3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Disusun Oleh :

Lilin Marisa - CGP Angkatan 1- SD Negeri 3 Kemiriombo - Kabupaten Temanggung 

Artikel Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya merupakan seorang pemimpin yang mampu memanfaatkan segala macam sumber daya yang ada di lingkungan sekolah dan sekitarnya secara maksimal dalam mendukung kemajuan sekolah dan tujuan yang terangkum dalam visi misi sekolah.

Cara saya mengimplementasikannya dalam kelas yaitu memandang kelebihan serta kekuatan yang dimiliki oleh saya sendiri sebagai guru dan juga memandang kelebihan serta kekuatan yang dimiliki oleh para siswa, saya berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dengan melihat peluang-peluang kecil untuk dikembangkan. Siswa yang mempunyai kelebihan dalam mata pelajaran matematika maka saya jadikan sebagai tutor teman sebaya, siswa yang mempunyai kelebihan dalam bidang seni saya berdayakan dalam mencetuskan ide dan aksi nyata menghias kelas yang dibantu oleh teman yang lain, sedangkan siswa yang mempunyai kelebihan dalam perkembangan Bahasa berupa lisan saya stimulus untuk bercerita di depan kelas sebagai model agar siswa lain bisa mengadopsi keterampilan tersebut dan terinspirasi oleh kekuatan dan kelebihan yang dimiliki oleh teman lainnya. Pada lingkup sekolah saya mengimplementasikan dengan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat baik melalui teknik Coaching maupun menjadi pendengar asertif pada permasalahan yang mereka hadapi, saya berusaha menggali potensi rekan sejawat dalam menemukan sendiri solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Pada lingkungan masyarakat saya berusaha menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan melakukan sharing tentang perkembangan para siswa dengan orang tua wali.

Terdapat hubungan yang sangat erat antara pengelolaan sumber daya yang tepat dalam membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas. Jika kita bisa mengelola semua sumber daya yang ada dengan tepat sasaran maka pembelajaran akan jauh lebih berkualitas, misalnya ada murid yang sangat terampil dalam perkembangan bahasa lisan kemudian kita maksimalkan potensinya dengan bercerita pengalaman atau ide serta apa yang ia pahami dari apa yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di depan kelas maka hasilnya akan sangat memuaskan, berbeda jauh dengan anak yang mempunyai tipe belajar seperti itu kita paksakan untuk mengungkapkan ide-idenya melalui tulisan, maka hasil yang akan diperoleh kurang memuaskan dan kurang berkualitas.

Pada modul 3.2 ini saya mempelajari pemimpin pembelajaran dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, berkaitan erat dengan materi-materi sebelumnya yang sudah saya pelajari. Jika digambarkan pada sebuah bagan maka saya menggambarkan seperti bagan dibawah ini:


Bagan 1. Koneksi Antar Materi Modul 3.2

Berangkat dari Filosofi Ki Hadjar Dewantara yang menyebutkan bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Kita sebagai pendidik hanya bisa menuntun dan merawat kodrat yang dimiliki oleh anak, kita tidak dapat memaksakan mereka menjadi seperti yang kita inginkan. Hal ini berhubungan dengan nilai dan peran Guru Penggerak melalui penyelarasan nilai yang bisa diaplikasikan dalam paradigma trapezium usia, diagram gunung es dan cara berfikir cepat serta cara berfikir lambat dalam mengambil sebuah keputusan.

Melalui implementasi nilai-nilai tersebut maka dapat dijadikan dasar untuk mencapai visi guru penggerak melalui inisiatif perubahan yang berbasis kekuatan/asset/potensi dengan 3 cara yang dapat ditempuh yaitu mengembangkan visi pribadi, memetakan kekuatan dan potensi dalam diri murid serta merencanakan dan mengelola strategi perubahan. Jika visi ini sudah terbentuk maka bisa diaplikasikan dalam pembangunan budaya positif di sekolah dengan menanamkan motivasi intrinsik pada semua warga sekolah terutama para murid. Jika budaya positif dan motivasi intrinsik sudah terbangun maka guru perlu melakukan pemetaan kesiapan, minat dan profil belajar siswa dengan mendesain pengalaman belajar yang bermakna, relevan dan menantang melalui pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan KSE. Hal ini bertujuan agar merdeka belajar pada murid daoat tercapai secara maksimal.

Dalam pembelajaran perlu juga diterapkan kesadaran penuh (mindfulness) melaui 5 kompetensi sosial emosional:

1.    Kesadaran diri

2.    Pengelolaan diri

3.    Kesadaran sosial

4.    Keterampilan sosial

5.    Pengambilan keputusan yang bertanggungjawab

Selain kesadaran penuh yang dapat diterapkan, guru sebagai pemimpin pembelajaran juga dapat melakukan teknik coaching untuk membangun kedekatan dan juga membantu murid serta rekan sejawat dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dengan menerapkan coach mindset melalui:

1.      Coachee sebagai pusat

2.      Terbuka dan ingin tahu lebih banyak

3.      Menyadari yang terjadi setiap saat

4.      Membantu Coachee melihat peluang baru

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, dalam mengambil keputusan yang bijaksana tentu harus melalui 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan seberti yang dapat dijabarkan pada uraian dibawah ini:

1.  Menerapkan  minimal salah satu dari tiga prinsip untuk mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran yaitu:

ü  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

2. Dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, tentu akan ditemui 4 paradigma dalam pengambilan keputusan, yaitu:

ü  Individu lawan masyarakat (individual vs community).

ü  Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).

ü  Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty).

ü  Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term).

3. Ketika menemukan kasus dilema etika maka saya akan berusaha menerapkan  minimal salah satu dari tiga prinsip untuk mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran, 3 prinsip pengambilan keputusan tersebut adalah:

ü  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking).

ü  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

Jika semua tahap sudah dilalui maka kita tahap akhir yang perlu dilakukan sebagai pemimpin pembelajaran adalah dengan menjadi pemimpin sebagai pengelola sumber daya berdasarkan asset based thinking/pendektan berbasis kekuatan.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koneksi Antar Materi - Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Hasil-Pemetaan-7 Aset di SDN 3 Kemiriombo